Materi KBM Ramadhan I Kelas 9
AKHLAK
Materi KBM Ramadhan
(28 April 2020)
Kata “akhlak” berasal dari bahasa arab yakni “Al-Khulk” yang
berarti tabeat, perangai, tingkah laku, kebiasaan, kelakukan.
Menurut istilahnya, akhlak merupakan sifat yang tertanam di dalam
diri seorang manusia yang bisa mengeluarkan sesuatu dengan senang dan mudah
tanpa adanya suatu pemikiran dan paksaan.
Akhlak terbagi menjadi dua macam, yaitu akhlak mahmudah dan akhlak
mazmumah.
1. Pengertian Akhlak Mahmudah
Akhlak mahmudah adalah segala
tingkah laku yang terpuji, dapat disebut juga dengan akhlak fadhilah, akhlak
yang utama.
Perbuatan yang baik merupakan
akhlaq karimah yang wajib dikerjakan. Akhlaq karimah berarti tingkah laku yang
terpuji yang merupakan tanda kesempurnaan iman seseorang kepada Allah. Akhlaq
al karimah dilahirkan berdasarkan sifat-sifat yang terpuji. Akhlak yang baik
disebut juga dengan akhlak mahmudah.
2.
Pengertian
Akhlak Mazmumah
Akhalak mazmumah ialah perangai
atau tingkah laku yang tercermin pada diri manusia yang cenderung melekat dalam
bentuk yang tidak menyenangkan orang lain.
Dalam beberapa kamus dan
ensiklopedia di himpun pengertian “buruk” sebagai berikut:
a.
Rusak
atau tudak baik, jahat, tidak menyenangkan, tidak elok, jelek.
b.
Perbuuatan
yang tidak sopan, kurang ajar, jahat, tidak menyenangkan.
c.
Segala
yang tercela, lawan baik, lawan pantas, lawan bagus, perbuatan yang
bertentangan dengan norma-norma atau agama, adat istiadat, dan masyarakat yang
berlaku.
Contoh Sikap Akhlak Mahmudah
1. Zuhud
Zuhud dalam bahasa artinya
meninggalkan dunia. Secara istilah meninggalkan sesuatu yang telah disayanginya
bersifat material/ mewah namun lebih menginginkan kebahagiaan yang ada di
akhirat.
Ciri – ciri zuhud :
– Selalu merasakan cukup dari
harta yang dipunya
– Senantiasa bersyukur dari
nikmat alloh yang telah diberikan kepada umatnya meskipun sedikit
– Selalu hidup sederhana
– Selalu hidup sederhana
2. Tawakal
Tawakal secara bahasa ialah
menyerahkan semua urusan kepada pihak lain. Sedangkan secara istilah ialah
menyerahkan seluruhnya semua perkara sesudah usaha (ikhtiar) pada Allah SWT.
Sikap tawakal inilah membuat seseorang akan menjadi tidak putus asa dari apa
yang sudah dilakukannya, ia senantiasa menerima dan tidak sombong bila usahanya
sudah berhasil dicapai.
Ciri – ciri tawakal :
– Tidak pernah mengeluh
– Ridha terhadap keadaan dan dirinya
– Selalu merasakan ketenangan
3. Ikhlas
Ikhlas ialah mengerjakan suatu
pekerjaan yang semata mata hanya mengharapkan ridho dari Allah SWT.
Ciri – cirinya ikhlas :
– Tidak kecewa ketika amal perbuatannya diremehkan orang lain
– Tidak merasa bangga saat perilakunya dipuji
– Tidak memuji dari apa yang sudah dikerjakan
Adapun sikap lain yang termasuk
jenis akhlakul karimah/ ahlak terpuji antara lain :
- Berbakti pada kedua orang tua
- Sopan terhadap guru
- Bersikap baik pada saudara
- Berbuat baik pada tetangga
- Melakukan perbuatan yang Suka
menolong pada orang lain/ sesama
- Cinta kepada Allah
- Melakukan perbuatan baik serta
menjauhi larangan karena Allah
- Cinta serta taat kepada Rosul
- Menyayangi orang yang lemah
- Menepati janji
- Sabar
- Pemaaf
- Pemurah
- Memelihara serta menyantuni binatang
- Memelihara serta menyantuni
tumbuh-tumbuhan
- Melakukan perbuatan dengan benar
- Berani
- Menjaga amanah
- Ikhlas
- Hidup sederhana
- Selalu bersyukur kepada Allah
- Bertawakal
- Memiliki rasa Malu
Contoh Sikap Akhlak
Madzmumah
1.
Ananiyah (egois)
Manusia hidup tidaklah menyendiri,
tetapi berada di tengah-tengah masyarakat yang heterogen. Ia harus yakin jika
hasil perbuatan baik, masyarakat turut mengecap hasilnya, tetapi jika akibat
perbuatannya buruk masyarakatpun turut menderita. Sebaliknya orang tiada patut
hanya bekerja untuk dirinya, tanpa memerhatikan tuntutan masyarakat, sebab
kebutuhan-kebutuhan manusia tidak dapat dihasilkan sendiri.
2.
Al- Buhtan (dusta)
Maksud sifat dusta ialah
mengada-ada sesuatu yang sebenarnya tidak ada, dengan maksud untuk merendahkan
seseorang. Kadang-kadang ia sendiri yang sengaja berdusta. Dikatakannya orang
lain yang menjadi pelaku, juga ada kalanya secara brutal ia bertindak, yaitu
mengadakan kejelekan terhadap orang yang sebenarnya tidak bersalah. Orang yang
seperti ini perkataannya tidak dipercayai orang lain. Di dunia ia akan
memperoleh derita dan di akhirat ia akan menerima siksa.
3.
Al- Ghadlab (Pemarah)
Marah atau disebut juga sifat
pemarah terjadi karena darah mendidih di dalam hati untuk menuntut pembalasan.
Pembalasan ini merupakan bentuk kekuatan untuk memberikan kelezatan dan tidak
akan reda kecuali dengan pembalasan. Amarah merupakan bagian dari karakter yang
selalu ada pada diri manusia. Barang siapa marah dan selalu mengikuti
kemarahannya hingga mengikuti perbuatan yang jelek, maka hal tersebut merupakan
kemarahan yang tercela sesuai perbuatan yang dulakukannya.
4.
Al- Hasad (dengki)
Dengki ialah suatu keadaan pikiran,
yang membuat dirinya merasa sakit jika orang lain mendapat suatu kesenangan dan
ia ingin agar kesenangan itu diambil dari orang itu meskipun ia sendiri tidak
akan mendapat keuntungan apapun dengan hilangnya kesenangan itu. Ini mengarah
kepada kekejian, merasa gembira jika orang lain bernasib buruk. Semua yang baik
yang dimiliki manusia adalah karunia Allah dan setiap keinginan orang lain agar
ini dihapuskan menunjukkan bahwa: ketidak senangannya dengan putusan Allah, dan
keserakahan yang keterlampauan.
5.
Al- Istikbar (sombong)
Sombong yaitu menganggap dirinya
lebih dari yang lain sehingga ia berusaha menutupi dan tidak mau mengakui
kekurangan dirinya, selalu merasa lebih besar, labih kaya, lebih pintar, lebih
dihormati, lebih mulia, dan lebih beruntung dari yang lain. Maka biasanya orang
seperti itu memandang orang lain lebih buruk , lebih rendah dan tidak mau
mengakui kelebihan orang tersebut, sebab tindakan itu menurutnya sama dengan
merendahkan dan menghinakan dirinya sendiri.
6.
Al- Ishraf (berlebihan)
Al- Ishraf ialah menyianyiakan
sesuatu tanpa manfaat, melebihi batas disetiap perbuatan, misalnya
menyianyiakan harta, ini dilarang oleh agama dan merupakan penyakit hati,
mengeluarkan harta tanpa faidah, umpama makan dan minum dikala belum lapar dan
belum haus atau makan minum yang berlebih-lebihan, berpakaian yang terlalu
menyolok secara keterlaluan.
7.
Al- Ifsad (berbuat kerusakan)
Orang yang berbuat kerusakan
jiwanya seperti jiwa serigala yaitu selalu berusaha bagaimana caranya
menganiaya orang lain, dan yang ada difikirannya hanya bagaimana cara merusak orang
lain. Dapat juga dikatakan seperti jiwa tikus yaitu tidak dengan moncong
mulutnya, dengan ekornya dia mencuri, selain itu kerjanya hanya merusak saja.
8.
Al- Namimah (mengadu domba)
Menyampaikan perkataan seseorang
atau menceritakan keadaan seseorang atau mengabarkan pekerjaan seseorang kepada
orang lain dengan maksud mengadu domba antara keduanya atau merusakkan hubungan
baik antara mereka. Keadaan ini mengakibatkan timbulnya kejahatan antara orang
dengan orang atau memutuskan silaturrahmi anttara keluarga dan sahabat,
menceraikan hubungan orang dan sebenarnya hal ini berarti memperbanyak jumlah
lawan.
9.
Al- Sikhriyyah (berolok-olok)
Al- Sikhriyyah adalah menghina
ke’aiban atau kekurangan orang dengan menertawakannya, dengan memperkatakannya,
atau dengan meniru perbuatannya dengan isyarat. Janganlah menghina atau
memperolok-olokkan orang, boleh jadi orang tersebut lebih baik dari engkau
sendiri. Orang yang selalu berolok-olok adalah orang yang berjiwa kera,
senangnya hanya mengejek perbuatan orang lain.
Sumber
:
https://www.ruangguru.co.id/akhlakul-karimah-pengertian-jenis-dan-contohnya-terlengkap/
Komentar
Posting Komentar
Silahkan Tinggalkan Komentar Anda